Sekuntum Mawar Merah di Genggaman Umak

Pipit, begitulah nama sapaan seorang gadis berusia enam belas tahun yang baru duduk di bangku sekolah kelas XI, di salah satu SMA di kota Tanjungpandan. Hari mulai menjelang Magrib, Pipit segera menutup jendela dan merapatkan pintu yang mulai usang dimakan waktu

Negeri | Karya : Yary

Melalui untaian kata-kata yang dirangkai dalam bait-bait kalimat dalam puisinya ini, sepertinya penulis berupaya mengungkap isi hatinya atas apa yang terjadi di kampung halamannya

Jiwa Nan Angkuh | Karya : Yary

Melalui puisi ini sepertinya si penulis ingin mengungkap isi hatinya tentang kehidupan yang dijalani. Hal ini terlihat dengan penggunaan kata-kata pada pusi yang berjudul Jiwa Nan Angkuh ini.

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.