Remaja Putri Diduga Menjadi Korban Tindakan Asusila Pengurus Panti Asuhan

BELITUNG, pradivanews.com – Seorang remaja putri berinisial HNJ (15), diduga telah menjadi korban tindakan asusila yang dilakukan pengurus salah satu Panti Asuhan yang berada di Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Mirisnya, korban merupakan salah seorang anak asuh di Panti Asuhan tersebut. Diduga kasus tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur ini, sudah dilakukan berulangkali oleh pelaku sejak tahun 2023 hingga bulan Mei 2024.

Kasus dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur ini terungkap, setelah korban kabur dari Panti Asuhan tersebut ke rumah warga masyarakat. Korban kemudian menceritakan kejadian tindakan asusila yang dialaminya itu kepada seorang warga bernama Fahriani.

Lalu, kejadian yang dialami korban tersebut diinformasikan oleh Fahriani kepada Dwi Meliza yang merupakan petugas Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA). Mendapat informasi tersebut, Dwi Meliza bersama Tim UPT PPA langsung mendatangi rumah warga itu untuk menemui korban.

Kepada Tim UPT PPA yang menemuinya, korban pun menceritakan kejadian yang dialaminya tersebut. Menurut korban, kejadian bermula pada saat malam ia sedang tertidur di kamar tidur putri. Selanjutnya seorang pengurus Panti Asuhan membangunkannya, untuk menyuruh pindah tidur ke kamar belakang di Panti Asuhan tersebut.

Saat sedang tidur pulas di kamar belakang tersebut, tiba-tiba korban merasakan kepalanya ditutup dengan bantal secara paksa. Dalam kondisi kepala ditutup bantal, korban kemudian disetubuhi oleh pelaku yang merupakan pengurus di Panti Asuhan tersebut.

Selaku petugas UPT PPA, Dwi Meliza kemudian melaporkan kejadian tindakan asusila yang dialami korban tersebut kepada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Belitung pada hari Senin tanggal 20 Mei 2024, pukul 16.00 WIB.

Dalam Laporan Polisi dengan Nomor : LP/B-47/V/2024/SPKT/Polres Belitung/Polda Kep Babel tersebut diterangkan bahwa Dwi Meliza telah melaporkan Tindak Pidana Persetubuhan Anak di Bawah Umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 Jo Pasal 76D Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Atas kejadian tersebut, korban merasa trauma yang mendalam. Untuk itu, pelapor selaku UPT PPA yang melaporkan kejadian tindakan asusila tersebut ke SPKT Polres Belitung, meminta agar ditindaklanjuti. (***)

Reporter : Tim Redaksi
Editor : Yudi AB


Sahabat
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online pradivanews.com, yang update informasinya selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook Sahabat pradivanews

Kami juga memiliki Channel Youtube, untuk menyajikan informasi dalam format visual…
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website kamiā€¦