Diduga Hilang Akibat Diserang Buaya, Masari Masih Dalam Proses Pencarian

BANGKA SELATAN, pradivanews.com – Seorang pria bernama Masari dilaporkan hilang saat mencari ikan di Sungai Kepuang, Dusun Serai, Desa Delas, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan (Basel). Diduga korban hilang akibat diserang buaya, Minggu (24/03/2024) petang, pada saat ditinggal oleh rekannya untuk melaksanakan Shalat Magrib.

Sebelumnya, pria berusia 35 tahun ini pada Minggu (24/03/2024) sore, bersama rekannya pergi mencari ikan dengan cara najur di Sungai Kepuang menggunakan perahu. Pada saat itu sekitar pukul 18.30 WIB, Masari sempat mengatakan kepada rekannya bahwa ia melihat buaya di sekitar lokasi mencari ikan tersebut.

Kemudian rekannya ini pamit untuk melaksanakan Shalat Magrib. Sebelum pergi, rekannya ini sempat berpesan kepada Masari agar idak pergi kemana-mana dan tetap berada di atas perahu. Usai melaksanakan Shalat Magrib, rekannya ini kembali ke perahu sekitar pukul 19.00 WIB.

Namun setibanya di perahu, rekannya ini tidak lagi melihat Masari berada di atas perahu tersebut. Rekannya ini hanya menemukan senter dan peralatan korban tergeletak di atas perahu. Menyadari hal tersebut, rekannya ini berusaha mencari Masari dengan cara memanggil-manggil namanya.

Setelah melakukan pencarian selama hampir 30 menit namun Masari tidak juga ditemukan, rekannya ini lalu pergi ke perkampungan untuk melaporkan peristiwa tersebut kepada warga, sekaligus meminta bantuan untuk mencari korban. Selanjutnya, kejadian ini dilaporkan oleh perangkat desa ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang.

Menerima laporan tersebut, Kansar Pangkalpinang langsung memberangkatkan 1 Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Toboali ke lokasi kejadian, tempat dimana korban diduga hilang akibat diserang buaya di Sungai Kepuang Dusun Serai, Desa Dalas, Kecamatan Air Gegas.

Pencarian oleh Tim SAR Gabungan dibantu warga setempat dan pihak keluarga korban dengan cara melakukan penyisiran di permukaan sungai. Proses pencarian yang dilakukan sejak Minggu (24/03/2024) malam hingga Senin (25/03/2024) siang banyak menemui kendala di lapangan.

Selain kondisi medan yang banyak ditumbuhi semak belukar, sungai ini juga kondisinya cukup luas, serta berada di dekat muara. Hal tersebut selain membuat Tim SAR Gabungan bersama warga dan pihak keluarga mengalami kesulitan, juga harus meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan dalam proses pencarian korban.

“Pencarian terhadap korban akan diupayakan semaksimal mungkin. Lokasi kejadian yang dekat muara, dikenal dengan banyaknya habitat buaya. Ini menjadi kewaspadaan Tim SAR Gabungan dalam melakukan pencarian pada pagi ini. Semoga proses pencarian dapat berjalan dengan lancar, dan korban bisa segera ditemukan”, tukas Kepala Kansar Pangkalpinang I Made Oka Astawa, Senin (25/03/2024) siang. (***)

Rel : Humas Kansar Pangkalpinang
Editor : Yudi AB