Ini Alasan Kepala Dishub Belitung Berhentikan Pegawai Hororer dan Rekrut Anak Sendiri

BELITUNG, pradivanews.com – Dianggap telah melanggar poin-poin yang tertuang di dalam Surat Perjanjian Kontrak Kerja Nomor: 841/005.h/DISHUB/2024 tanggal 02 Januari 2024, maka Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Belitung mempunyai alasan tersendiri dalam memberhentikan pegawai honorer yang bernama Tomi.

Hal ini diungkapkan Kepala Dishub Kabupaten Belitung, Drs Ramansyah di ruang kerjanya, saat memberikan hak jawab atas pemberitaan media online pradivanews.com hari Jum’at tanggal 15 Maret 2024 lalu, terkait isi surat pengaduan yang dilayangkan Tomi kepada Ketua DPRD Kabupaten Belitung pada tanggal 5 Maret 2024 lalu.

“Yang bersangkutan sangat beralasan dan mempunyai alasan yang kuat untuk mengajukan surat tersebut, namun demikian pihak Dishub juga punya alasan tersendiri. Karena sejak dilantik kemarin, saya selaku Kepala Dishub memang gas pool bagaimana membenahi, yang selama ini belum maksimal baik itu di pelabuhan, di bandara maupun terminal”, ungkap Ramansyah mengawali tanggapannya, Senin (18/03/2024) siang.

BERITA TERKAIT: Merasa Diberhentikan Sepihak Oleh Dishub Kabupaten Belitung, Tomi Layangkan Surat ke DPRD Kabupaten Belitung

Menurut Ramansyah, Terminal Tanjungpandan menjadi fokus utama dalam pembenahan tersebut. Hal ini berkaitan dengan banyaknya insiden atau kejadian negatif yang terjadi di area Terminal, mengarah kepada tindakan kriminalitas baik itu kasus pembunuhan, penjualan miras maupun perjudian online. Puncaknya menurut Ramansyah, terjadinya kasus pengrusakan pintu gerbang UPT Terminal Tanjungpandan.

“Sebenarnya pintu gerbang ini tujuannya untuk mengurangi angka kriminalitas maupun persepsi negatif terhadap kondisi Terminal. Makanya kami pasang portal, jam 8 malam portal di gerbang kecil kita tutup dan jam 12 malam portal di gerbang utama kita tutup. Selain petugas jaga malam, kita juga berkoordinasi dengan penyewa kios untuk sama-sama menjaga keamanan terminal”, sebut Ramansyah.

Dikatakan Ramansyah, selaku Kepala Dishub Kabupaten Belitung, dirinya tidak semata-mata mendengar laporan dari bawahan terkait dengan kinerja petugas jaga malam di Terminal Tanjungpandan. Ia mengaku turun langsung untuk mengecek ke lapangan, dan hasilnya di beberapa momen tersebut diketahui petugas jaga malam tidak berada di tempat.

“Yang membuat kami tergelitik itu adanya aksi anak-anak muda pada setiap malam minggu, yang selalu ngegeng make sepeda motor ramai-ramai sambil minum-minum. Dan yang jadi masalah itu, mereka ada yang pernah buang air besar di ruang tunggu. Nah pada saat kejadian itu, tidak ada juga penjaga malam”, kata Ramansyah.

Lebih lanjut Ramansyah mengatakan, sebelumnya Tomi ditempatkan sebagai penjaga Kantor Dishub Kabupaten Belitung. Namun dengan berbagai pertimbangan seperti statusnya yang masih bujangan dan secara fisik memiliki tubuh yang sehat dan kekar, maka Tomi dipindah sebagai penjaga malan di UPT Terminal Tanjungpandan untuk menggantikan Amirudin yang sebentar lagi memasuki usia pensiun.

“Namun selama 3 bulan terakhir, Tomi ini tidak menunjukkan etikad baik, bahkan di apel pagi selama 4 bulan dengan 4 hari seminggu, dikali sebulan dikali 4 bulan, mungkin sudah 60 kali, selalu saya ingatkan untuk meningkatkan pembinaan Terminal Tanjungpandan khususnya di malam hari, fokusnya di Tomi, bayangkan sudah 60 kali saya ingatkan secara lisan. Kemudian juga pembinaan secara insidentil di Terminal, selalu saya tekankan”, ujar Ramansyah.

Ramansyah menilai Tomi abai dan tidak mengindahkan himbauan yang dikeluarkan atasan. Padahal menurutnya, dalam Surat Perjanjian Kontrak Kerja disebutkan jika yang bersangkutan selama 3 bulan tidak menunjukkan etikad baik, maka bisa diambil sanksi atas permasalahan tersebut. Selain itu juga sudah diperkuat dengan fakta integritas ditandatangani oleh yang bersangkutan.

“Oleh karena itu, selama hampir 4 bulan ini saya rasa upaya kami baik pembinaan secara lisan maupun tertulis sudah maksimal dilakukan. Harapan kami, yang bersangkutan ini berubahlah. Kemarin itu ia ngaku sakit selama 5 hari, memang ada izin dengan Gitono selaku kepala UPT Terminal, tetapi kan ada prosedurnya seperti ada surat permohonan dan surat keterangan dokter yang harus dilampirkan, ini sesuai dengan isi kontrak”, terang Ramansyah.