Pro dan Kontra Tambak Udang Desa Pulau Seliu, Budi Minta Aktivitas Alat Berat Dihentikan dan Ardiyan Sebut Hanya Pembersihan Lahan

BELITUNG, pradivanews.com – Kelompok masyarakat yang menolak rencana pembangunan tambak udang di Desa Pulau Seliu, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung, Kamis (07/03/2024), meminta pihak PT Kekal Putra Nusantara (KPN) untuk menghentikan aktivitas sejumlah alat berat yang disinyalir melakukan pembukaan lahan.

Permintaan tersebut berkaitan dengan telah beroperasinya sejumlah alat berat pada Rabu (06/03/2024) kemarin di lokasi pembangunan tambak udang. Beroperasinya sejumlah alat berat di lahan tersebut, dituding sebagai bentuk dari aktivitas pembukaan lahan tambak udang di Desa Pulau Seliu yang dikelola oleh PT KPN di atas lahan seluas 80 hektar.

Warga Pulau Seliu di perantauan selaku aktivis lingkungan, Budi Setiawan mengatakan beroperasinya sejumlah alat berat di lahan tersebut merupakan langkah awal pihak perusahaan dalam melakukan aktivitas pembukaan tambak udang di Desa Pulau Seliu. Menurutnya hal tersebut menyalahi aturan, jika terbukti pihak perusahaan belum memiliki izin terkait pembangunan tambak udang.

“Sebaiknya pihak perusahaan menghentikan aktivitas pembukaan lahan ini, sampai adanya kepastian hukum. Masukan buat promotornya, ikutilah aturan yang ada, ikuti tahapan-tahapan pengurusan izin yang ada. Negeri ini ada aturannya, bukan negeri bar-bar, dan desa utamanya yang pastinya paham hukum dan aturan”, tulis Budi dalam WA group Komunitas Perenggu Seliu, Kamis (07/03/2024) pagi.

Menyikapi hal tersebut, perwakilan PT Kekal Putra Nusantara (KPN) Ardiyan mengungkapkan, beroperasinya sejumlah alat berat di lahan tersebut bukan untuk pembangunan tambak udang, melainkan hanya sebatas pembukaan atau membersihkan lahan milik perusahaan.

“Jadi, alat ini beroperasi hanya untuk membersihkan lahan milik perusahaan, bukan untuk membuka tambak. Karena untuk membuka tambak ini, perusahaan juga masih menunggu izin yang masih dalam proses. Selain itu juga material untuk tambaknya pun belum dipesan”, ungkap Ardiyan saat ditemui di Tanjungpandan, Kamis (07/03/2024) siang.

Ditengah bergulirnya aksi penolakan terhadap rencana pembangunan tambak udang di Desa Pulau Seliu tersebut, kelompok masyarakat yang mendukung pembangunan tambak udang oleh PT KPN juga angkat bicara. Sikap pro terhadap pembangunan tambak udang ini disampaikan Rahman, Ketua Kelompok Nelayan Desa Pulau Seliu.

Menurut Rahman, sebanyak 265 Kepala Keluarga atau 76 persen dari total 345 Kepala Keluarga selaku penduduk yang berdomisili di Desa Pulau Seliu telah mendukung rencana pembangunan tambak udang, dan sudah menandatangani surat pernyataan setuju, serta menerima keberadaan PT KPN sebagai pelaku usaha tambak udang Vaname di Desa Pulau Seliu.

“Kami salah satu Kelompok Nelayan Desa Pulau Seliu dengan beberapa tokoh masyarakat juga ikut mendorong percepatan pembangunan tambak udang Vaname di Desa Pulau Seliu”, tegas Rahman melalui pesan yang diterima media online pradivanews.com, Kamis (07/03/2024) siang.