Pemkab Beltim Tetapkan Kenaikan Uang Zakat Fitrah Ramadhan Tahun 1445H

BELITUNG TIMUR, pradivanews.com – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab Beltim) menetapkan kenaikan uang tunai Zakat Fitrah pada Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi. Kenaikan tersebut ditetapkan sebesar Rp 2.500 dari tahun sebelumnya.

Penetapan besaran uang tunai Zakat Fitrah ini berdasarkan hasil keputusan musyawarah Pemkab Beltim dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kementerian Agama, Polres, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Beltim, Senin (04/03/2024), yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Beltim.

Musyawarah tahunan yang diinisiasi Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Pemkab Beltim ini dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sayono. Hadir juga dalam musyawarah tersebut pimpinan organisasi keagamaan serta perwakilan OPD serta kecamatan.

BACA JUGA: Penombak Ikan Diduga Hilang di Sungai Lenggang, Tim SAR Gabungan Masih Melakukan Pencarian

Dalam musyawarah tersebut diputuskan penetapan uang tunai Zakat Fitrah untuk Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi sebesar Rp 37.500 untuk setiap jiwa. Besaran ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 35.000 per jiwa.

“Besaran kenaikan ini, dengan mempertimbangkan pada saat menentukan sudah terjadi kenaikan harga beras di berbagai lokasi di Kabupaten Beltim. Memang ada kenaikan harga beras dari tahun sebelumnya”, ungkap Sayono, Senin (04/03/2024).

Menurut Sayono, harga beras disepakati senilai Rp 15.000 per kilogram. Harga tersebut naik Rp 1.000 dari Bulan Ramadhan 1444 Hijriah/2023 Masehi lalu.

“Memang kalau saat hasil survey di lapangan harga beras premium ada yang Rp 17.000 sampai Rp 18.000. Namun kita sepakati, kita mengambil harga tengah-tengah untuk mengimbangi kondisi perekonomian masyarakat”, lanjut Sayono.

Dengan adanya kenaikan besaran uang tunai Zakat Fitrah ini, Sayono berharap tidak akan membebani masyarakat terutama umat muslim dalam melaksanakan kewajibannya di Bulan Ramadhan. Sayono pun alternative lain sekiranya ada yang tidak sanggup membayar tunai.  

“Kalau pun masyarakat terlalu terbebani dengan nominal harga beras atau besaran uang tunainya, Zakat Fitrah bisa saja tetap menggunakan beras yang dikonsumsi sehari-hari. Besarannya tetap 2,5 kilogram untuk tiap jiwa yang akan ber-Zakat Fitrah”, pungkas Sayono. (***)

Rel : Diskominfo SP Beltim
Editor : Yudi AB


Sahabat
Ikuti terus perkembangan informasi dari media online pradivanews.com, yang update informasinya selalu kami sajikan di halaman atau fanpage Facebook Sahabat pradivanews

Kami juga memiliki Channel Youtube, untuk menyajikan informasi dalam format visual…
Terima kasih kepada sahabat semua, yang sudah bersedia mengunjungi website kami…