Garaf Potensi Pariwisata Alternatif Dalam Perayaan Cheng Beng, Pemkab Belitung Akan Gelar BCIF Tahun 2024

BELITUNG, pradivanews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung akan menggelar Belitong Chinese International Festival (BCIF) tahun 2024. Festival ini berkaitan dengan perayaan ritual Cheng Beng atau tradisi Sembahyang Kubur yang dilaksanakan oleh kalangan masyarakat etnis Tionghoa.

Hal ini diungkapkan Pj Bupati Belitung Yuspian, S.Sos, MIR kepada sejumlah insan pewarta, Kamis (01/02/2024), dalam acara konfrensi pers yang berlangsung di ruang rapat Bupati Belitung. Menurut Yuspian, ritual Cheng Beng merupakan potensi pariwisata alternatif yang bernilai positif dalam pertumbuhan ekonomi.

Bagi masyarakat etnis Tionghoa, Cheng Beng merupakan ritual yang dilaksanakan sebagai wujud penghormatan dan kecintaan kepada para leluhurnya. Ritual atau budaya ini sudah dilakukan masyarakat etnis Tionghoa secara turun menurun pada setiap tahunnya.

Perayaan ritual Cheng Beng ini tidak hanya dilakukan masyarakat etnis Tionghoa yang ada di Pulau Belitong saja, tetapi juga dilakukan oleh mereka yang ada di perantauan. Oleh karena itu mereka sebagai peziarah akan pulang ke Pulau Belitong, untuk melaksanakan ritual Cheng Beng ini.

Meskipun pulang untuk melaksanakan ritual Cheng Beng, namun kedatangan para peziarah di Pulau Belitong ini termasuk juga sebagai kunjungan wisatawan. Tentunya, kunjungan ini memiliki dampak terhadap pariwisata di Pulau Belitong.

Sayangnya, potensi pariwisata alternatif yang terkandung di dalam perayaan ritual Cheng Beng ini belum digaraf secara maksimal. Padahal, peziarah yang datang untuk melaksanakan ritual Cheng Beng ini umumnya dilakukan oleh dua suku besar yakni Suku Kek dan Suku Hokkian.

Menurut Yuspian, puncak kedatangan para peziarah yang hendak melaksanakan ritual Cheng Beng ini diperkirakan terjadi pada dua minggu terakhir, yakni sekitar tanggal 05 Maret hingga tanggal 04 April 2024 mendatang.

Oleh sebab itu, guna membangkitkan kembali pariwisata Belitung yang sempat mengalami mati suri dalam kurun waktu 3 tahun terakhir akibat pandemi Covid-19, Pemkab Belitung bermaksud untuk menggelar festival berkaitan dengan ritual Cheng Beng tersebut.