Memasuki Jadwal Kampanye Rapat Umum dan Kampanye Iklan Media, Bawaslu Belitung Gelar Sosialisasi dan Implementasi Peraturan Kepada Insan Media

BELITUNG, pradivanews.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Belitung, Sabtu (20/01/2024), menggelar kegiatan Sosialisasi dan Implementasi Peraturan dan Non Peraturan Bawaslu kepada Insan Media, bertempat di Ballroom Grand Hatika Hotel Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Selain diikuti Insan Media dari perwakilan beberapa media cetak, media online dan media elektronik, kegiatan ini juga diikuti oleh Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) dari lima kecamatan di Kabupaten Belitung.

Anggota Bawaslu Provinsi Bangka Belitung Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Novrian, SE,MM dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan, kegiatan digelar dengan tujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman produk hukum terkait Kampanye Rapat Umum dan Kampanye Iklan Media Massa pada Pemilu tahun 2024.

Menurut Novrian, berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilu, pelaksanaan Kampaye Rapat Umum dan Kampanye Iklan Media Massa akan dimulai pada tanggal 21 Januari 2024 hingga berakhir pada tanggal 10 Februari 2024.

“Jadi besok (21 Januari) sudah dimulai jadwal Kampanye Rapat Umum serta Kampanye Iklan Media Cetak, Media Massa Elektronik dan Media Daring. Pelaksanaannya selama 21 hari sebelum masa tenang. Melalui kegiatan ini dimaksudkan dapat memberikan pemahaman terkait rambu-rambu kepada rekan-rekan media dalam menayangkan iklan kampanye”, ungkap Novrian.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Belitung Rezeki Aris Munazar, SH mengingatkan agar Media Massa Cetak, Media Massa Daring, dan Media Massa Elektronik serta Lembaga Penyiaran memberikan kesempatan yang sama dan setara kepada peserta Pemilu, dalam memuat dan menayangkan iklan kampanye.

“Media Massa harus adil, berimbang, dan tidak memihak dalam memuat dan menayangkan iklan kampanye peserta Pemilu. Selain itu, Media Massa juga memiliki peranan penting dalam pengawasan Pemilu, oleh karena itu harus menjaga netralitas serta tidak memihak kepada salah satu peserta Pemilu”, kata Aris dalam sambutannya.