Menapak Tilas Turnamen Sport Fishing dan Kiprah BelFiC di Belitung

Oleh : Yudi AB
(Ketua Belitong Fishing Community)

SEBELUM tahun 2016, istilah Sport Fishing mungkin belum familiar di telinga masyarakat umum di Pulau Belitong. Namun bagi kalangan Angler atau penghobi mancing, istilah tersebut tentunya sudah tidak asing lagi. Bahkan, saat menyebut atau membahas Sport Fishing tersebut justru akan membangkitkan adrenalin para Angler atau penghobi mancing.

Sport Fishing merupakan olahraga mancing, disebut olahraga karena memang dalam pelaksanaannya lebih menekankan kepada aktivitas fisik atau gerakan dengan tujuan untuk memperoleh strike (umpan disambar ikan). Maka dari itu tujuan utama dari Sport Fishing tersebut adalah olahraganya, bukan untuk mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya.

Jadi jangan heran jika para Angler atau penghobi mancing di Sport Fishing sering me-release (melepaskan) kembali ikan yang sudah berhasil ditaklukkan. Mereka hanya ingin merasakan sensasi fight (bertarung) dan menaklukkan ikan saat terjadinya strike, sekaligus membuat dokumentasi hingga ikan tersebut landed. Oleh para Angler, perilaku ini dinamai dengan catch and release (CnR).

Berbeda dengan mancing tradisional yang masih menggunakan umpan sebagai daya tarik agar pancingan dimakan ikan, di Sport Fishing ini para Angler atau penghobi mancing sudah menggunakan umpan mainan sebagai piranti untuk memikat ikan. Ada tiga teknik yang umum terdapat di dalam Sport Fishing yakni teknik Casting, Jigging dan Popping.

Di Belitung sendiri, ketiga teknik dalam Sport Fishing tersebut sudah digandrungi dan dipraktekkan oleh sebagian penghobi mancing sekitar tahun 2008 silam. Sebelumnya, para pemancing atau masyarakat di Pulau Belitong hanya mendengar ketiga teknik tersebut melalui tayangan program Mancing Mania di Trantv atau selanjutnya disusul dengan program Mata Pancing di MNCTV.

Berangkat dari niat yang sama, saya dan Fennil Buana atau yang akrab disapa Wewen pada waktu itu berkeinginan untuk bersama-sama memasyarakatkan Sport Fishing dengan teknik Casting, Jigging maupun Popping di kalangan masyarakat luas. Wewen ini merupakan seorang sahabat yang sudah lebih duluan mengenal Sport Fishing, sehingga ia merupakan guru dan panutan saya dalam dunia Sport Fishing.

Dari ide dan gagasan yang ada, kemudian pada tahun 2012 kami berdua sepakat membentuk sebuah komunitas mancing sebagai wadah bagi para penghobi mancing di Pulau Belitong. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya kami berdua mencetuskan sebuah nama yakni Belitong Fishing Community yang pada waktu itu disingkat BFC.

Tepatnya, komunitas mancing tersebut berdiri pada tanggal 12 Mei 2012 silam. Dengan kesepakatan rekan-rekan anggota pada saat itu, saya pun didaulat sebagai ketua dari komunitas mancing dengan nama Belitong Fishing Community tersebut. Hingga sekarang jabatan selaku ketua ini belum juga dilengserkan oleh rekan-rekan penghobi mancing yang tergabung dalam komunitas mancing tersebut.

Untuk mempopulerkannya, komunitas mancing yang disingkat BFC tersebut kami awali dari dunia maya, dimana saat itu facebook sedang viral dan diminati banyak orang. Kemudian, dengan bantuan komputer milik internet Acha yang dikelola oleh Dedy Kurniawan Daulay, akhirnya terbentuklah forum atau group facebook Belitong Fishing Community, menggantikan group facebook Mancing Mania Belitung yang sudah lebih dulu dibuat oleh Wewen.

Melalui forum komunitas mancing tersebut, mulailah terajut hubungan emosional dengan para penghobi mancing di Pulau Belitong yang tertarik dengan Sport Fishing, sehingga banyak yang bergabung dengan komunitas mancing ini. Seiring waktu, anggota komunitas mancing yang berada di Tanjungpandan sering melakukan kopi darat untuk membahas berbagai hal termasuk untuk melakukan trip mancing bareng.

Saya masih ingat pada waktu itu bagaimana semangatnya rekan-rekan anggota komunitas mancing untuk memasyarakatkan Sport Fshing ini. Mereka yang sering kumpul bareng di Tanjungpandan seingat saya waktu itu ada Wewen, Hanif, Firman, Angga, Yudi Hampala, Lucas, Andry Ahai, Aled, Dedi Kurniawan Daulay, Edu Akbar, Edol, Amin Nurachman, Novero Aditya, Parto Alivio, Vdie Jyoe, Anas Lesana, Delon, Juve, Hanafi, Wendy Khan, dan Akbar Sunter.

Pada awalnya, ada dua teknik yang kami galakkan yakni teknik Casting dan Popping. Untuk mengembangkan kedua teknik tersebut, kami sering melakukan trip mancing bareng. Jika melakukan trip mancing dengan teknik Casting, kami sering menyebutnya dengan istilah Casbar atau Casting Bareng di berbagai spot baik itu fresh water mapun di salt water atau di perairan payau.

Demikian juga halnya dengan teknik Popping, kami sering melakukan trip mancing bareng untuk menaklukkan ikan-ikan predator di perairan laut dangkal, baik itu di Kabupaten Belitung maupun di Kabupaten Belitung Timur. Seiring waktu, kami mulai merambah dan mengembangkan teknik Jigging. Dari ketiga teknik ini, ternyata teknik Jigging yang paling pesat perkembangannya hingga saat ini.

Banyak suka duka yang kami rasakan dalam mengembangkan Sport Fishing ini. Berbagai pandangan dan komentar lucu sering kami terima pada waktu itu. Seperti misalnya pada saat kami melakukan trip mancing Popping, ada komentar masyarakat “Mikak urang mancing mania yee” atau komentar anak-anak “Uii ade urang mancing mania” atau komentar dari juragan kapal “Kan dimakan ke umpan kayu gitu, kamek makai cumi aja leteh nak dimakan ikan”.

Di teknik Casting pun, sering kami mendapat komentar lucu seperti “Dak kan dimakannye lup makai umpan gitu, aku jak la dari tadi makai umpan lum ade ikan yang makan”. Namun begitu lemparan kawan disambar ikan persis di depannya, orang tersebut menjadi bengong dan heran. Demikian juga banyak kalimat-kalimat lucu pada saat kami melakukan trip mancing dengan teknik Jigging.

Seiring waktu, akhirnya Sport Fishing dengan teknik Casting, Jigging dan Popping pun familiar dan digandrungi oleh para penghobi mancing di Pulau Belitong. Apalagi sejak tahun 2016, adanya Turnamen Sport Fishing yang dikelola Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Belitung. Bukan hanya bagi mereka para Angler, namun nelayan pun sudah banyak yang beralih ke Sport Fishing terutama menggunakan teknik Jigging.

Berbicara Turnamen Sport Fishing di Pulau Belitong, hal tersebut pertama kali diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Belitung Timur pada tahun 2013 silam. Selaku komunitas mancing yang turut serta mengembangkan Sport Fishing, Belitong Fishing Community yang awal terbentuknya masih menggunakan singkatan BFC, turut ambil bagian dalam even tersebut.

Saat itu, BFC tampil selaku tim yang mewakili komunitas mancing tuan rumah. Karena pada saat itu mayoritas pesertanya berasal dari luar Pulau Belitong. Hal ini mungkin disebabkan Sport Fishing belum begitu memasyarakat di kalangan para pemancing di Pulau Belitong. Dalam turnamen Sport Fishing Belitung Timur tersebut, BFC berhasil meraih predikat juara dua.

Tim BFC yang turun pada saat itu yakni Wewen, Firman, Yudi Hampala, Aled, dan Hanafi. Mengingat 4 orang utusan dari BFC ini berdomisili di Tanjungpandan, maka segala sesuatu dalam pengurusannya waktu itu diserahkan kepada Hanafi yang berdomisili di Manggar, mulai dari pendaftaran, urusan administrasi lainnya, hingga urusan mencari kapal.

Turnamen Sport Fishing di Belitung Timur pada tahun 2013 tersebut, menjadi motivasi bagi rekan-rekan komunitas mancing untuk mencetuskan gelaran even serupa di Kabupaten Belitung. Pada tahun 2014, penjajakan dan pembahasan mulai dilakukan, termasuk mendorong dinas terkait dalam hal ini DKP Kabupaten Belitung sebagai pengelola kegiatan tersebut.

Anggota komunitas mancing yang berada di Tanjungpandan, saat itu beberapa kali melakukan pertemuan atau rapat kecil guna mencari solusi agar Turnamen Sport Fishing dapat dilaksanakan di Kabupaten Belitung. Dalam rapat kecil yang berlangsung di Kedai Makmur Tanjung Pendam, anggota komunitas mancing yang hadir waktu itu bersepakat untuk mengajukan anggaran hibah di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Belitung.

Kesepakatan dan usulan rekan-rekan komunitas mancing tersebut disetujui Ketua KONI Belitung yang waktu itu dijabat oleh Amin Nurachman, yang juga penghobi mancing dengan teknik Popping. Dalam rapat tersebut, Amin mengatakan harus terlebih dahulu membentuk Cabang Olahraga Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia (Formasi) agar dapat menggunakan anggaran hibah KONI Belitung.

Akhirnya, melalui rapat kecil tersebut disusunlah struktur Pengurus Cabang Formasi Kabupaten Belitung dengan mendaulat Taufik Rizani selaku Ketua Umumnya, yang saat itu beliau masih menjabat Ketua DPRD Kabupaten Belitung. Dalam struktur kepengurusan tersebut, juga dimasukkan nama-nama para penghobi mancing di Kabupaten Belitung.

Sayangnya, upaya untuk membentuk pengurus cabang Formasi Kabupaten Belitung tersebut gagal dilaksanakan, lantaran kepengurusan Formasi pusat pada waktu itu vakum atau tidak aktif. Menindaklanjuti hal tersebut, rekan-rekan komunitas mancing menempuh jalur lain dengan menghadap Bupati Belitung Sahani Saleh, untuk mendukung rencana kegiatan Turnamen Sport Fishing tersebut.

Dalam audiensi dengan Bupati Belitung tersebut, rekan-rekan komunitas mancing menjabarkan dampak positif dari pelaksanaan Turnamen Sport Fishing terhadap perkembangan pariwisata Belitung khususnya wisata bahari serta UMKM lokal Belitung. Dari hasil perbincangan tersebut, Bupati Belitung Sahani Saleh tertarik dan siap mendorong dinas terkait untuk mengajukan anggaran kegiatan tersebut.