Sempat Terhenti, Aktivitas Penimbunan Yang Kembali Beroperasi Ini Dikeluhkan Warga dan Pengguna Jalan

BELITUNG, pradivanews.com – Aktivitas pengangkutan material tanah untuk penimbunan di lokasi RT 40 Dusun Aik Rayak Timur, Desa Aik Rayak Kecamatan Tanjungpandan, dikeluhkan warga pengguna jalan. Pasalnya, material tanah timbun tersebut banyak yang tumpah sehingga mengotori jalan raya Jenderal Sudirman Tanjungpandan, Belitung.

Selain dikeluhkan para pengguna jalan, aktivitas penimbunan tersebut juga dikeluhkan warga sekitar sehingga menyebabkan kondisi menjadi kurang kondusif. Hal ini mengingat lokasi penimbunan berada tidak jauh dari traffic lights pertigaan simpang Membalong.

Pantauan awak media di lapangan, terlihat aktivitas kendaraan truck yang mengangkut material tanah timbun di ruas jalan raya Jenderal Sudirman tersebut. Bahkan, sebagain ruas jalan terlihat kotor dan berdebu akibat material tanah yang tumpah ke jalan. Kondisi ini sangat mengganggu pengguna jalan, terutama pengendara kendaraan roda dua.

Ridwan, salah seorang tokoh pemuda di Desa Aik Rayak kepada awak media mengatakan, aktivitas penimbunan tersebut dilaksanakan secara tiba-tiba tanpa memberitahu warga sekitar, seperti dengan cara melakukan sosialisasi melalui pertemuan dengan warga sekitar.

Tidak hanya sebatas itu, Ridwan juga mempertanyakan apakah aktivitas penimbunan tersebut mengantongi izin atau tidak, termasuk status lahan yang saat ini dijadikan objek penimbunan.

“Terus terang kami sangat mempertanyakan status lahan penimbunan tersebut. Karena diduga mereka ini juga menimbun kolong yang berbatasan dengan lahan mereka itu”, ungkap Ridwan kepada awak media.

Menurut Ridwan, kolong (danau kecil) tersebut dulunya merupakan tempat untuk warga masyarakat sekitar melakukan aktivitas seperti mengambil air pada musim kemarau, dipergunakan untuk mandi maupun mencuci.

“Kalau lahan mereka itu diakui sampai ke wilayah kolong, tolong tunjukkan dasar suratnya kepada kami, dan kami sebagai warga sekitar ingin tau siapa yang menandatangani surat itu”, lanjut Ridwan.