Setiap Tahunnya Belitung Kehilangan PAD Sebesar 10 Miliar Dari Pajak Sarang Burung Walet

Bahkan upaya penghindaran pajak ini tidak hanya melibatkan para pemilik usaha sarang burung walet saja. Namun juga melibatkan oknum tertentu yang terindikasi enggan bekerjasama dengan BPPRD untuk pengoptimalan pajak ini.

“Setelah kami telusuri dengan KPK juga, waktu KPK ke Belitung, ternyata di Belitung ini potensinya sampai 10 miliar. Kita dapatkan data itu dari Karantina yang barang itu lose”, ungkap Iskandar Febro.

Iskandar Febro membeberkan, pemungutan pajak sarang burung walet ini Perda No 8 Tahun 2010 yang mengacu pada UU No 28 Tahun 2009. Dalam peraturan tersebut, salah satu obyek pajaknya sarang walet.

“Tata cara pengenaannya bukan pada bangunan, namun pada sarang. Dari situ juga pajak walet adalah dari penangkaran dan pengambilan. Jadi siapa yang menguasai, menangkar atau memegang sarang walet itu, itulah yang dikenakan”, beber Iskandar Febro.

Harga pasar di Perbup Belitung yakni Rp 17,5 juta untuk sarang burung walet murni dengan ciri-ciri warna putih ada campur merah. Sarang burung walet tersebut memiliki kualitas paling bagus.

“Kalau putih aja sekitar Rp 15 juta. Penelusuran itu juga sampai ke Jakarta. Bahkan KPK juga menemukan kalau harga keluar (export) sampai 40 juta perkilo. Kalau di lokal sekitar Rp 25 juta”, tukas Iskandar Febro. (yab)

BACA JUGA:


Sahabat, ikutin terus perkembangan informasi yang disajikan media online pradivanews.com, dan jangan lupa untuk meng-klik tombol suka dan mengikuti Pradiva News di Fanpage Facebook agar sahabat tidak ketinggalan informasi yang baru saja kami update …

Caranya mudah, dengan sahabat meng-klik link Fanpage Facebook berwarna hijau ini, maka sahabat akan masuk ke halaman Fanpagenya Pradiva News di Facebook …

Kami juga memiliki Channel Youtube, untuk melihatnya sahabat bisa meng-kliknya langsung .. Maka sahabat akan masuk ke channel group kami yang menyajikan informasi dalam format visual .. Trusss, jangan lupa like dan subscribe yaaa …

Yuuk sahabat klik sekarang juga …