oleh

Rekruitmen PPS Untuk Pemilu 2024, Masih Terdapat Tiga Desa di Beltim Tanpa Peminat

judul gambar

BELITUNG TIMUR, pradivanews.com – Sejak rekruitmen calon Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilu 2024 dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Belitung Timur (KPU Beltim) pada Minggu (18/12/2022) hingga Rabu (21/12/2022) kemarin, masih terdapat beberapa desa yang belum terpenuhi kuotanya. Bahkan, terdapat tiga desa yang sama sekali belum ada peserta yang mendaftar.

Berdasarkan aplikasi SIAKBA KPU Beltim, tiga desa tanpa peserta yang mendaftar tersebut meliputi Desa Buku Limau Kecamatan Manggar, Desa Nyuruk Kecamatan Dendang, dan Desa Simpang Tiga Kecamatan Simpang Renggiang. Dari 37 desa yang ada di Beltim, baru terdata sebanyak 131 orang yang mendaftar sebagai peserta calon PPS. Sedangkan untuk desa yang sudah memenuhi kuota, baru terdapat 7 desa dengan pendaftar di atas enam orang.

Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Beltim Asrikhah mengatakan, pihaknya tetap optimis jika jumlah target dua kali kebutuhan, yakni 6 orang peserta untuk setiap desa akan tercapai sebelum masa pendaftaran ditutup pada 30 Desember 2022 mendatang.

“Alhamdulillah, dengan pendaftaran melalui SIAKBA ini lebih mudah, minat untuk penyelenggara Pemilu 2024 ini meningkat. Kayak PPK lalu semua melampaui target, mudah-mudahan untuk PPS juga sama”, harap Asrikhah.

Kalau pun sampai ada yang desa yang belum cukup kuota hingga tutup pendaftaran, KPU Beltim akan memperpanjang waktu pendaftaran hingga 2 Januari 2023. Sesuai juknis terbaru penerimaan PPS yang dikeluarkan KPU RI.

“Kalau pun belum terpenuhi, ada perpanjangan selama tiga hari untuk 31 Desember 2022 sampai dengan 2 Januari 2023″, tambahnya.

Untuk tes tertulis PPS, Asrikhah menyatakan tidak akan menggunakan CAT seperti pada saat seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) beberapa waktu lalu. Dalam rekruitmen PPS ini seleksinya lebih menyesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. Untuk PPS juga membutuhkan perhatian karena terdapatnya beberapa desa yang SDM-nya belum familiar dengan teknologi.

“Jika diberlakukan sistem seleksi seperti PPK, dikhawatirkan akan lebih kesulitan lagi dalam hal rekruitmen anggota PPS ini, meskipun dalam surat pernyataan anggota PPS juga tidak bisa gaptek atau gagal teknologi”, sambung Asrikhah.

Asrikhah menambahkan, dalam seleksi awal pihaknya akan menyeleksi calon anggota PPS ini agar lebih kepada fungsi dan cara kerja. Diharapkan mampu menjembatani tujuan PPS dibentuk, sehingga pada gilirannya nanti dalam tugasnya berhasil dengan baik dalam mencapai tujuannya.

“Kita harapkan nanti dalam tes seleksi PPS konvensional sesuai dengan arahan dari KPU Provinsi Babel. Nanti tempatnya kemungkinan kita akan koordinasi dengan pihak kecamatan agar di Kantor Kecamatan saja”, pungkas Asrikhah. (zie)

BACA JUGA:


Sahabat, ikutin terus perkembangan informasi yang disajikan media online pradivanews.com, dan jangan lupa untuk meng-klik tombol suka dan mengikuti Pradiva News di Fanpage Facebook agar sahabat tidak ketinggalan informasi yang baru saja kami update …

Caranya mudah, dengan sahabat meng-klik link Fanpage Facebook berwarna hijau ini, maka sahabat akan masuk ke halaman Fanpagenya Pradiva News di Facebook …

Kami juga memiliki Channel Youtube, untuk melihatnya sahabat bisa meng-kliknya langsung .. Maka sahabat akan masuk ke channel group kami yang menyajikan informasi dalam format visual .. Trusss, jangan lupa like dan subscribe yaaa …

Yuuk sahabat klik sekarang juga …