Humas PT Mualim Tegaskan Penampungan Dan Pengiriman Zirkon Adalah Legal Dan Mengantongi Izin Lengkap

Dedi juga mengatakan, pihaknya membuka diri jika insan pers di Belitung dalam menjalankan fungsi kontrolnya nanti melihat atau menilai adanya kegiatan penampungan, pengangkutan atau pengiriman pasir zirkon yang merupakan kegiatan perusahaannya tersebut ilegal yang dilengkapi sejumlah bukti kuat terkait pelanggaran ketentuan yang berlaku, maka pihaknya siap untuk dilaporkan kepada aparat hukum atau institusi yang berwenang untuk ditindak.

“jika menurut anda kegiatan kami ilegal, silahkan anda laporkan ke instansi terkait atau APH setempat untuk ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku NKRI, namun jika laporan tersebut tidak terbukti, sebaliknya kami pun melakukan upaya hukum melapor balik perbuatan yang mencemarkan nama baik atau yang telah dirugikan kami atas perbuatan tersebut”, ungkapnya.

“Karena sejatinya wartawan itu tidaklah kebal hukum, contoh kecil memasuki perkarangan orang lain dengan cara memaksa atau tanpa izin pemilik bangunan itu bisa dipidanakan, dan seorang wartawan itu dalam melaksanakan tugasnya berpedoman dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), selain Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers”, tambahnya.

Oleh karena itu Dedi sangat menyayangkan sikap arogan wartawan yang memasuki gudang penampungan milik perusahaannya, dengan cara memaksa dan tanpa izin dari pihaknya. Apalagi sampai meminta kepada petugas gudang perusahaannya yang bernama Kasmat, untuk menunjukkan dokumen perizinan zirkon.

“Kewenangannya apa? itu kami tegaskan tindakan yang berlebihan dari seorang profesi jurnalis, apa itu tidak melanggar KEJ, padahal itu bukan kapasitasnya, wartawan tidak berwenang memeriksa dokumen perusahaan, kecuali APH diinstansi yang berwewenang, jika memang ada hal yang melanggar peraturan ketentuan hukum”, tandas Dedi.