oleh

Perdana, Kades Terpilih Menerima Petuah Dari LAM Belitung dan Dilepas Secara Adat Sebelum Dilantik

BELITUNG, pradivanews.com – Lembaga Adat Melayu (LAM) Belitung, Selasa (30/08/2022) pagi, memberikan petuah kepada 14 orang Kepala Desa (Kades) terpilih pada Pilkades serentak tahun 2022, bertempat di Rumah Adat Belitung, Tanjungpandan.

Pemberian Petuah ini dilaksanakan pada acara pelepasan 14 Kades terpilih sebelum dilantik oleh Bupati Belitung yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung siang harinya.

Petuah ini disampaikan Ketua LAM Belitung Drs. H. Abdul Hadi Adjin dalam arahannya mengatakan, Lembaga Adat Melayu Belitung memberikan apresiasi kepada Pemkab Belitung yang sudah menggelar acara pelepasan untuk pertama kalinya terhadap Kades terpilih secara adat sebelum dilantik Bupati Belitung.

BACA JUGA: Upacara Peringatan HUT Pramuka ke-61 Tahun, Ketua Kwarcab Belitung Berikan Tanda Penghargaan Panca Warsa Utama

Dikatakan Hadi Adjin, ada beberapa makna positif dengan dilaksanakannya acara pelepasan Kades terpilih secara adat yakni :

Pertama, ada keterlibatan atau partisipasi LAM Belitung dalam pelantikan Kades, artinya peran adat/adab dalam diri seorang pemimpin (Kades) menjadi penting.

Kedua, Lembaga adat dapat memberikan nasehat/petuah/saran kepada Kades sebagai ujung tombak pembangunan masyarakat di Desa.

Ketiga, Lembaga Adat meridhoi dan mendoakan agar para Kades terpilih amanah, selamat dan sukses dalam membangun masyarakat desanya masing-masing.

BACA JUGA: Maskapai Super Air Jet Akan Buka Rute Penerbangan ke Tanjungpandan

Hadi Adjin juga berpesan agar Kades terpilih memegang Amanah, tanggung jawab bukan Anugerah yang diartikan sebagai keberuntungan (mumpung jadi Kades), sehingga jabatan Kades digunakan untuk mendapatkan dunia dengan seenak- enaknya.

“Kondisi dunia sekarang ini, yang oleh para ulama disebut masa akhir zaman, terjadi banyak godaan, fitnah, baik yang bersumber dari dalam maupun dari luar. Faktor-faktor inilah yang menimbulkan kedzoliman”, sebut Hadi Adjin.

Terkait hal tersebut, Hadi Adjin menjelaskan bahwa Kades memiliki Cupu dan tanda tangan (kewenangan), maka apabila kewenangan itu disalahgunakan, artinya Kades telah berbuat dzolim.

“Kenapa timbul kedzoliman ini? Salah satunya adalah kita kurang paham atau tidak tertib, tidak beradab baik tertib adab dan hukum negara. Karena itulah tolong Kades-Kades jangan mansur, maksudnya dilakukan sendiri, tidak terbuka”, jelas Hadi Adjin.

BACA JUGA: Apdesi Belitung Datangi Kabid PMD, Guna Luruskan Informsi Tempat Pelantikan Kades Terpilih

Menurutnya, secara internal ada staff (Sekdes, Bendahara, Kasi-Kasi dan BPD) yang harus dilibatkan semuanya, mulai dari aspek perencanaan sampai dengan pengawasannya. Selain itu juga melibatkan pengurus Lembaga Adat Desa, Dukun, Tokoh Agama dan Lebai (Tungkuk Tige)

“Bangun, dorong kesadaran kepada masyarakat untuk tidak menambang timah illegal/tidak tertib dan jaga kelestarian lingkungan alam sekitar. Tegaskan bahwa fokus pembangunan kabupaten Belitung yaitu sektor pariwisata, Perikanan, Kelautan, Perkebunan, Industri dan Jasa”, paparnya.

Berkaitan dengan lahan tersebut, Hadi Adjin menyarankan untuk dilakukan sistem kontrak, dengan demikian lahan tersebut akan tetap menjadi milik desa atau masyarakat, sehingga masyarakat pun tidak akan cepat untuk menjual lahannya.

“Jaga lahan kita, kondisinya sudah sangat terbatas. Jangan royal menjual lahan, melepas lahan dalam skala besar”, pesannya.

BACA JUGA: Sampah Bekas Kegiatan Pawai di Beltim Mencapai 28 Kubik

Pesan yang disampaikan Ketua LAM Belitung ini dituangkan dengan menggunakan istilah pesan Tuk Kundo yakni “IDUP JANGAN BERKHIANAT, HIDUP JANGAN BEKELIT. KALUK BE KE ATAS DAK BEPUCOK, KEBAWAH DAK BERAKAR”.

Usai menyampaikan pesan yang disebut dengan istilah pesan Tuk kundo tersebut, acara dilanjutkan dengan penyerahan 14 Kades terpilih oleh LAM Belitung kepada Bupati Belitung, ditandai dengan penyerahan Tipak.

Tipak merupakan simbol adat orang Belitong sebagai tanda syukur dan penghargaan kepada Bupati, untuk mempersilahkan melantik 14 Kades terpilih sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Pelepasan Secara Adat Akan Dilestarikan

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKBPMD) Kabupaten Belitung, Salman Alfarizi, S.STP mengatakan, kegiatan pelepasan secara adat akan mulai dilestarikan sebagai tradisi adat dan budaya. Kedepannya nanti akan dilaksanakan sebagai prosesi secara adat bagi kepala desa.

BACA JUGA: 1.013 Santri TPA se-Kabupaten Belitung, ikuti Wisuda dan Khataman Al-Qur’an Angkatan XXI Tahun 2022

Selain pelepasan secara adat, Salman juga menyampaikan pemohonan doa keselamatan dan keberkahan bersama untuk 14 Kades terpilih, agar dapat melaksanakan tugas dengan amanah.

“Kita harapkan para kades tahu fungsi dan tugas sesuai dengan peraturan yang diatur dengan undang-undang. Koordinasi dengan instansti terkait dalam hal pelaksanaan tugasnya, kalau tidak paham dan belum mengerti”, pungkasnya.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan para Kades terpilih yang dipimpin oleh Karseno. Selanjutnya, pelepasan secara adat 14 Kades terpilih untuk menuju ke GSG Pemkab Belitung guna mengikuti prosesi pelantikan. (yab)

14 Kades terpilih yang dilepas secara adat

Berikut ini nama Kades terpilih yang dilepas oleh LAM Belitung dan dilantik Bupati Belitung pada 30 Agustus 2022 :
Desa Juru Seberang : Adriansyah
Desa Dukong : Min Tet
Desa Buluh Tumbang : Riswan
Desa Sungai Samak : Alex Saputra
Desa Pegantungan : Ahid
Desa Badau : Irawan Sumantri
Desa Aik Batu Buding : Juniadi
Desa Cerucuk : Kusmadi
Desa Perpat : Sukri
Desa Aik Seruk : Prasastia Yoga
Desa Batu Itam : Burman
Desa Tanjung Binga : Tarmuzi
Desa Sungai Padang : Sukiman
Desa Aik Selumar : Mahdani

judul gambar