oleh

Apdesi Belitung Datangi Kabid PMD, Guna Luruskan Informsi Tempat Pelantikan Kades Terpilih

BELITUNG, pradivanews.com – Pengurus Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Belitung, Jumat (26/08/2022), mendatangi Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kabid PMD) Dinas PPKBPMD Kabupaten Belitung, Antonio Apriza di ruang kerjanya.

Pertemuan Pengurus Apdesi Kabupaten Belitung ini bertujuan untuk menindaklanjuti informasi yang berkembang di masyarakat terkait lokasi pelaksanaan Pelantikan Kepala Desa (Kades) terpilih dalam Pilkades serentak tahun 2022 yang akan dilangsungkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Dukong.

BACA JUGA: Juara Pertama Turnamen Volley Ball Desa Juru Seberang, Diraih Team Dusun Pulau Bayan

Sebelumnya sempat tersiar khabar bahwa pelantikan 14 Kades terpilih tersebut akan berlangsung di lokasi TPA sampah Desa Dukong. Informasi tersebut juga sempat diberitakan salah satu media lokal Belitung, berdasarkan komentar dari Kabid PMD Dinas PPKBPMD Kabupaten Belitung, Antonio Apriza.

Dalam pemberitaan di media tersebut, tertulis komentar Antonio yang menyebutkan “Apakah nantinya di tempat pembuangan akhir sampah, apakah di lokasi wisata desa yang coba dikembangkan. Nah ini belum bisa kita pastikan. Tetapi InsyaAllah pelantikan tetap 30 Agustus 2022”, tandasnya.

Komentar Antonio ini kemudian memicu polemik di kalangan Kades, karena penyebutan lokasi pelantikan tersebut dianggap telah merendahkan harkat dan martabat Kades terpilih, mengingat lokasi yang dimaksud sangat tidak wajar.

Untuk mengkonfirmasi informasi yang beredar di masyarakat luas tersebut, maka Ketua Apdesi Kabupaten Belitung Mulkan beserta Sekretaris Apdesi Kabupaten Belitung Firdaus, Perwakilan Apdesi Provinsi Babel Antoni dan Kades Keciput Pratiwi Perucha, menjambangi langsung Antonio Apriza di kantornya.

BACA JUGA: UPI Bandung Siap Dampingi Atlit dan Pelatih Olahraga Beltim

Melalui release singkat yang diterima pradivanews.com, Mulkan mengatakan maksud kedatangan Apdesi ke Kantor Dinas PPKBPMD bertujuan untuk menindaklanjuti berita yang bekembang di masyarakat luas mengenai lokasi pelantikan Kades terpilih yang sempat hangat diperbincangkan.

“Informasi di luaran, mengenai tempat pelantikkan untuk kades terpilih yang katanya akan diadakan di TPA. Ada beberapa suara sumbang di masyarakat dan lingkungan kades sendiri tentunya. Sebab hal tersebut kemudian kami pihak Apdesi berinisiatif untuk mengkonfirmasi langsung hal tersebut kepada Kabid PMD Antonio”, sebut Mulkan.

BACA JUGA: Kalapas dan Jajarannya Menjajal Lapangan Tembak Brimob, Guna Mengasah Kemampuan Menembak

Dikatakan Mulkan, setelah pihaknya bertemu dan berbincang langsung dengan Kabid PMD Antonio Apriza, ternyata penetapan lokasi pelantikan Kades terpilih tersebut berdasarkan arahan dari Bupati Belitung, yang menyarankan tempat pelantikannya di eks TPA sampah Desa Dukong.

“Setelah melakukan diskusi ternyata intruksi tempat tersebut berdasarkan arahan dari Bapak Bupati Belitung. Untuk tempat pelantikkan yang pastinya ada di eks TPA Dukong, yang sekarang sedang dalam tahap pengembangan menjadi kawasan terbuka hijau. Jadi bukan TPA aktif, akan tetapi eks TPA yang dijadikan kawasan taman kota”, kata Mulkan.

BACA JUGA: Jaga Netralitas ASN Dalam Pemilu, Bawaslu Belitung Gelar Sosialisasi Zona Integritas

Selaku Ketua, Mulkan menegaskan Apdesi Kabupaten Belitung wajib bersuara mengenai informasi yang beredar tersebut. Karena kata Mulkan Kades dipilih secara langsung oleh masyarakat, oleh karena itu jangan sampai terjadi sesuatu hal yang tidak seharusnya diberlakukan hanya kepada Kades semata.

“Untuk kedepannya, kami berharap semua jenis pelantikan di tempatkan di lokasi yang serupa. Sebab sampah ini bukan hanya PR Kades saja, tetapi semua instansi dan masyarakat. Untuk permasalahan tempat tadi, kami bisa memaklumi, sekaligus pengenalan kawasan terbuka hijau yang baru”, tegas Mulkan.

BACA JUGA: Netralitas ASN Harga Mati, Ini Pesan Ikhwan Saat Penandatanganan MoU

Ia berharap kedepannya nanti semua pihak saling berkoordinasi, terutama kaitannya dengan permasalahan yang menyangkut Kades dikoordinasikan dengan Apdesi. Hal ini guna meminimalisir permasalahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sehingga kondusifitas di masyarakat tetap terjaga.

“Untuk kedepannya agar lebih saling memperhatikan dan berkoordinasi, mengingat kita semua adalah mitra dalam pemerintahan, jangan sampai ada bahasa-bahasa yang menyudutkan dan membuat gaduh serta terkesan tidak bagus di masyarakat”, pungkasnya (yab)

BACA JUGA: Lakukan Open BO, Tiga Janda Asal Jawa Barat Diamankan Satpol PP Pemkab Belitung

judul gambar