oleh

Desa Pulau Seliu Akan Kembangkan Industri Perikanan dan Pariwisata

BELITUNG, pradivanews.com – Pemerintahan Desa (Pemdes) Pulau Seliu memiliki tekad untuk melakukan pengembangan industri perikanan dan pengembangan pariwisata. Guna merealisasikan hal tersebut, sangat diperlukan adanya komitmen pemerintah serta pihak swasta sebagai investor.

Tekad memajukan Desa Pulau Seliu dengan dua sektor andalan ini diungkapkan Kepala Desa (Kades) Edyar. Pria yang sudah 2 periode menjabat sebagai Kades ini optimis pasca pandemi, Desa Pulau Seliu mampu mewujudkan impian tersebut.

Menurutnya, langkah kongkrit dalam upaya pengembangan industri perikanan dan pengembangan pariwisata tersebut, sejauh ini Pemdes Pulau Seliu sudah mempersiapkan lahan seluas 1000 hektar lebih.

“Untuk pengembangan industri perikanan, kami sudah siapkan lahan sekitar 250 hektar, mulai dari budidaya dan fasilitas perikanan terintegrasi. Sedangkan untuk pengembangan pariwisata, sudah kami siapkan lahan sekitar 800 hektar, yang akan digarap untuk pembangunan second home atau rumah kedua bagi orang dari kota besar atau dari luar negeri, yang ingin mencari ketenangan”, ungkap Edyar saat berbincang di Warung Kopi Berandun, Sabtu (23/07/2022) lalu.

Baca Juga: 30 Pengkab Cabor Ikuti Raker KONI Kabupaten Belitung Tahun 2022

Dalam waktu dekat ini pihaknya berharap adanya dukungan pemerintah dalam membangun sarana dan prasana, sehingga pengembangan industri perikanan dan pengembangan pariwisata bisa berjalan. Khususnya membangun akses jalan penghubung, yakni meliputi jalan lingkar dan jalan utama di Desa Pulau Seliu.

“Akses jalan ini sangat penting, sebagai sarana penghubung, sehingga Seliu akan dikonsep agar terintegrasi dengan baik. Kami sudah punya desain koordinat dan panjang jalan, ada dua usulan yang sudah kami sampaikan pada tahun 2017 lalu, pertama meliputi jalan lingkar sepanjang 22 Kilometer dan yang kedua jalan utama sepanjang 11 Kilometer”, jelas Edyar.

Diakuinya, dalam dua tahun belakangan ini Pemdes Pulau Seliu tidak bisa berbuat banyak untuk mewujudkan keinginan tersebut dikarenakan adanya wabah covid-19 yang melanda Indonesia. Namun seiring berlalunya masa pandemi covid, pihaknya kembali serius untuk menggarap dua sektor tersebut.

“Dua tahun terakhir kami memahami, tidak bisa ngapa-ngapain karena pandemi. Sekarang saya sampaikan bahwa Seliu, kembali menunjukkan keseriusan, sudah mulai menggarap industri pariwisata. Sudah ada pihak swasta yang sudah menunjukkan komitmennya juga, mereka sudah ada yang mulai membangun second home. Tinggal dukungan pemerintah, untuk membangun jalan lingkar dan peningkatan jalan pemukiman serta akses jalan wisata”, ujar Edyar.

Baca Juga: Kodim 0414 Belitung Gelar Komsos, Angkat Tema Pemanfaatan Media Sosial di Era Digital

Dikatakannya, dari jumlah penduduk Desa Pulau Seliu sebanyak 1.045 jiwa, mayoritasnya berprofesi sebagai nelayan. Oleh karena itu, pihaknya bertekad mengembangkan industri perikanan, guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Dalam membuat konsep pengembangan industri perikanan tersebut, Pemdes Pulau Seliu bekerja sama dengan Universitas Tarumanagara.

“Terkadang nelayan kami ini, yang kebanyakan menangkap kepiting rajungan, harus menjual hasilnya dengan harga murah. Bahkan baru-baru ini sempat harganya hanya Rp 35 ribu per kilonya. Ini bukan kami ingin menghindari spekulasi dagang di pasar, tapi harus melihat operasional nelayan yang sangat tinggi. Sehingga kalau harga kepiting rajungan anjlok, maka operasional mereka tidak tertutupi”, kata Edyar.

Melihat kondisi yang dialami nelayan tersebut, pihak Pemdes Pulau Seliu berkeinginan agar hasil tangkapan nelayan ini dikelola dengan baik. Ia mengatakan, Pemdes Pulau Seliu bersama pihak swasta berencana membangun fasilitas dan kebutuhan nelayan seperti pabrik es, cold storage, SPDN, dan pabrik makanan siap saji.

“Dengan demikian, hasil tangkapan nelayan ini sebisa mungkin akan dikelola dengan baik. Bukan hanya menjual bahan bakunya, atau kepitingnya saja, tapi menjadikan hasil tangkapan mereka ini sebagai produk olahan khas Pulau Seliu”, lanjutnya.

Baca Juga: Kakanwil Kemenkumham Babel Tinjau Pembangunan Kantor Bapas Kelas II Tanjungpandan

Langkah-langkah yang diambil Pemdes Pulau Seliu dalam pengembangan industri perikanan ini, yaitu membuat program penyertaan modal koperasi nelayan Seliu. Hal ini juga bertujuan untuk mengangkat kembali manajemen koperasi yang ada.

“Jadi nanti koperasi yang akan mencari investornya, merekalah nanti yang akan membangun pabrik es, cold storage, SPDN, dan pabrik makanan siap saji. Ini kami lakukan agar hasil tangkapan nelayan bisa tinggi nilainya. Kalau ada pabrik makanan siap saji, sudah pasti harga kepitingnya akan lebih baik. Selain akan membuat produk olahan kepiting, kami akan kembangkan juga budi daya udang vaname, serta hasil laut lainnya”, sebutnya.

Ia menambahkan, dalam pengembangan pariwisata tersebut sudah ada beberapa pengembang atau developer yang membuat masterplan second home. Bahkan, saat ini proses pembangunan satu unit rumah kayu tradisional, yang dibangun dari kayu ulin Sulawesi, sedang dalam proses pengerjaan. Diperkirakan pembangunan second home rumah tradisional ini rampung dalam sepekan kedepan.

Baca Juga: Baznas Kabupaten Belitung Serahkan Bantuan Kepada Rohani, Warga Yang Menderita Sakit Saraf

Masih terkait dengan pengembangan pariwisata, Pemdes Pulau Seliu sudah memiliki konsep Green Island. Hal ini dimaksudkan bahwa Desa Pulau Seliu sebagai sebuah pulau yang dikonsep bebas dari polusi serta ramah lingkungan. Untuk jangka panjangnya, pihak Pemdes Pulau Seliu akan mengganti motor diesel menjadi motor listrik.

“Makanya, saat peluncuran Listrik 24 Jam di Desa Pulau Seliu, kami minta PLN untuk mengganti diesel menjadi solar panel sebagai pembangkit listriknya”, pungkas Edyar. (yab)

judul gambar