oleh

Diran, Pencipta Buku Kumpulan Puisi Hitam Putih

BELITUNG, pradivanews.com – Sebuah buku berjudul Kumpulan Puisi Hitam Putih, berisi karya sastra berupa puisi-puisi yang menggambarkan tentang baik buruknya sisi kehidupan, tragedi serta komedi dari perjalanan hidup.

Pencipta buku Kumpulan Puisi Hitam Putih ini adalah seorang pria yang bernama lengkap Ngadiran, warga Jalan Mat Yasin, Kelurahan Tanjung Pendam, Belitung. Bagi Ngadiran, Seni dan sastra bukanlah hal baru, tapi sudah mendarah daging dalam hidupnya.

Karena kecintaannya pada seni dan sastra, pria berjenggot lebat dengan sapaan Diran ini cukup dikenal oleh sebagian besar masyarakat di Kota Tanjungpandan.

Karya-karyanya di bidang sastra berupa puisi sudah banyak Diran ciptakan. Bahkan, puisi-puisi karyanya ini sering dibacakannya dalam berbagai momen.

Diran mengaku mulai aktif dengan dunia seni dan sastra sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), pada saat bergabung di Sanggar Teater Tumarakuang Tahun 1989 silam.

BACA JUGA: PT Angkasa Pura II Dorong Kemampuan UMKM Mitra Binaan

Menurut Diran, karena banyaknya puisi yang sudah diciptakan, menginspirasi dirinya untuk membukukan karya-karyanya tersebut. Dan akhirnya pada tahun 2022 ini, sebuah buku dengan judul Kumpulan Puisi Hitam Putih pun rampung dan dicetak.

“Maksud dari buku ini diberi judul Puisi Hitam Putih karena bermakna tentang baik buruknya kehidupan, ada siang ada malam, ada tragedi serta komedi dan perjalanan hidup”, ungkap Diran kepada awak media, Jumat (08/07/2022).

Mulai Aktif Lagi Baca Puisi Sejak tahun 2015

Dijelaskannya, buku karyanya yang berjudul Kumpulan Puisi Hitam Putih ini, berjumlah 176 halaman. Buku ini menampung berbagai macam puisi kehidupan yang sudah diciptakannya selama ini.

Diran juga mengatakan bahwa dirinya kembali aktif menulis dan membaca puisi secara rutin setiap harinya, sejak tahun 2015 pada saat ia mulai menggeluti usahanya yaitu membuka warung kopi.

“Saya sering membacakan puisi ini, di warung kopi saya. Setiap ada tamu atau pengunjung, saya selalu membacakan puisi dengan gaya-gaya menarik untuk menghibur mereka”, sebut Diran saat ditemui di warung kopi miliknya.

Dilanjutkannya, puisi merupakan bagian dari karya seni, khususnya seni sastra. Melalui puisi penyair mengungkapkan isi pikiran. Bisa berupa masalah sosial, hukum, ekonomi, religi, politik, cinta dan lain sebagainya.

“Kita ketahui banyak puisi dibuat dan ditulis, tapi tidak muncul kepermukaan dan tidak banyak orang yang tahu. Puisi yang ditulis dan sering dibacakan oleh saya merupakan apresiasi terhadap daerah kita (Belitung, red), diliat dari fenomena keindahan alam, hidup masyarakat dan lain lain,” jelasnya.

BACA JUGA: 60 Tim Ikuti Turnamen Mancing Belitong de Sintak 2022

Masih menurut Diran, Belitung terkenal dengan karya sastra. Buku novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang membuming adalah salah satu karya sastra yang terkenal.

“Itu menjadikan saya termotivasi untuk membuat sebuah karya buku dalam bidang puisi, yaitu Kumpulan Puisi Hitam Putih ini agar bisa dikenal oleh orang. Karena puisi ini tidak akan mati, malah terus ada disepanjang waktu,” ujar Diran.

Diharapkannya, pemerintah serta pihak lainya dapat mengadakan event perlombaan puisi, mulai dari tingkat daerah, tingkat nasional hingga tingkat internasional.

“Terutama untuk dinas yang terkait, mencari bibit untuk diikutkan dalam lomba, agar anak sekolahan menjadi semangat untuk mengikuti perlombaan. Semoga kedepannya banyak bibit-bibit baru di bidang puisi ini”, pungkasnya. (yab)

BACA JUGA: Berita Duka: Eman Hermawan Berpulang ke Rahmatullah

judul gambar